Semua Buku yang Pernah Saya Ulas
Semua Buku yang Pernah Saya Ulas
Membaca adalah perjalanan yang panjang, saya mengingat bagaimana ketika masih SD bacaan-bacaan saya dipenuhi oleh cerita-cerita horor seharga 2.000 Rp yang dijual penjual mainan keliling di sekolah.
Saya juga jadi mengenang bagaimana sebuah komik Mie Gemez yang seharga 1.000 Rupiah memiliki komik di dalamnya, yang membuat saya dan teman-teman bertukar cerita sebab seringkali mendapati cerita yang sama.
Ah, masa lalu. Teringat bagaimana keberadaan perpustakaan di sekolah dengan buku bermacam jenis telah mengantarkan saya hingga titik ini. Buku-buku sains anak, cerita rakyat, cerpen anak, dan pertemuan saya dengan series Maukah Kamu yang dalam ingatan saya, membuat saya jatuh cinta kepada buku-buku.
Membaca adalah perjalanan yang panjang, dan meski kini teknologi telah mengambil alih informasi, saya tetap mempercayai bahwasanya membaca menjadi salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki umat manusia.
Memang betul, rasanya membaca menjadi suatu hal yang kolot bila dibandingkan dengan bagaimana AI memberikan kita instanitas ilmu pengetahuan dalam sekali waktu, yang mana membaca tentu adalah suatu hal yang akan dianggap membosankan bila dibandingkan dengan kecepatan informasi itu.
Namun pengalaman bukan hal yang bisa didapatkan dengan instan. Manusia memang memiliki struktur otak, namun kita juga memiliki tubuh, dan tubuh kita memiliki ingatan. Seolah diri kita dipeluk oleh kesadaran di luar diri kita dan menyadari bahwa melambat bukanlah hal yang tabu.
Sejak mulai menulis di Bukubagus, saya berusaha menyimpan jejak bacaan tersebut. Tidak semua buku yang saya baca berhasil saya ulas, tetapi daftar berikut adalah buku-buku yang sempat saya abadikan dalam tulisan.
Jejak Review Buku di Bukubagus
Sejak blog ini dibuat, saya telah menulis ulasan berbagai buku yang menarik perhatian saya. Daftar berikut disusun berdasarkan urutan publikasi yang saya tambahkan dengan catatan singkat dan tautan menuju reviewnya masing-masing:
Sepanjang Tahun 2024
1. Millenial & Turnover karya Mamang Suherman dan Sony Tan (Dipublish 25 Februari 2024)
Buku ini membahas tentang fenomena banyakanya Gen-Z resign dari tempat kerja. Turnover sendiri adalah istilah perusahaan untuk keluar masuk karyawan yang meskipun sederhana, namun ternyata menghabiskan banyak keuangan perusahaan.
Membahas tentang Agus Mulyadi, kesehariannya, dan dunianya yang penuh komedi. Membacanya membuat kita tahu bahwa komedi bisa ditemukan pada keanehan hidup sekalipun.
3. The Miracle of Water karya Masaru Emoto (Dipublish 16 April 2024)
Membahas penelitiannya selama 20 tahun tentang air yang bisa berubah. Buku ini viral, sayangnya hanya pseudo-sains. Saya tidak merekomendasikan untuk membacanya.
Mengisahkan tentang Qays dan Layla dan cinta yang pada akhirnya tak selamanya harus saling memiliki. Sangat populer dalam dunia cinta dan erat dikaitkan dengan bagaimana hamba semestinya mencintai Tuhannya
Mengisahkan tentang pemerintahan yang dipimpin oleh seekor babi. Buku ini adalah kritik satire Orwell terhadap paham komunis.
Tentang liabilitas dan aset, dan bagaimana kita seringkali keliru tentang apa yang kita anggap 'aset'. Meski buku ini ketinggalan zaman, membacanya masih oke jikalau mau mengeluarkan mindset miskin.
7. Fihi Ma Fihi karya Jalaludin Rumi (Publish 21 Mei 2024)
Hal-hal yang dikemukakan Rumi ketika ia dalam kondisi trans sembari menari. Buku ini adalah buku yang mengeluarkan saya dari sikap overthingking.
8. The Tipping Point karya Malcolm Gladwell (Publish 24 Mei 2024)
Membahas bagaimana sesuatu hal bisa viral akibat hal-hal yang sederhana. Buku ini sangat bagus, mengenalkan saya pada konsep maven, connector, dan sales, yang mana membantu saya memetakan teman.
9. Kaum Novel karya Setyaningsih dan Widyanuari Eko Saputra (Publish 24 Juni 2024)
Membahas tentang novel dan kritik terhadapnya. Buku ini bahkan menyentil Tere Liye karena format ceritanya sama. Ini adalah buku antologi resensi novel yang pernah saya baca.
10. 40 Hari karya Ade Igama (Publish 26 Juni 2024)
Mengisahkan tentang seorang perempuan yang kehilangan kekasih dan keberadaan teknologi yang bisa mendatangkan arwah sang kekasih. Sekarang, itu bisa dilakukan dengan AI.
11. Keimanan Yang Menyembuhkan karya Herbert Benson (Publish 27 Juni 2024)
Buku ini menjelaskan bagaimana dunia medis barat kalah dengan pengobatan di Tibet yang ternyata terjadi karena hal yang sangat sederhana.
12. Semua Ikan di Langit karya Ziggy Z (Publish 3 Juli 2024)
Menceritakan tentang bus yang didatangi Tuhan, dan Tuhan membawanya ke alam semesta hingga bertarung dengan Dajjal. Absurd? Memang. Tetapi novel ini memenangkan Sayembara DKJ Jakarta, juara 1 pula.
13. Kasongan karya Budi Satmoko Santoso (Publish 16 Juli 2024)
Mengisahkan seorang kyai yang menggerakkan rakyat untuk melawan penjajah dengan membuat Kasongan. Saya rasa, novel ini adalah novel etnografi sejarah.
14. Tanah Yang Terjajah karya Nizar Qabbani (16 November 2024)
Puisi yang menjelaskan perlawanan sastrawan Nizar Qabbani terhadap kekejian Israel terhadap bangsa Palestina sekaligus pemberontakannya dari gelarnya sebagai sastrawan cinta.
15. Dijual: Keajaiban, Sepilihan Cerpen Asia (Publish 19 November 2024)
Sebuah antologi cerpen dari para pemenang Nobel seperti Orhan Pamuk dan Gao Xinjian. Sangar saya rekomendasikan untuk mereka yang mau belajar menulis cerpen.
Sepanjang Tahun 2025
1. Ayahku Bukan Pembohong karya Tere Liye (Publish 22 April 2025)
Menceritakan tentang seorang ayah yang mengisahkan dongeng kepada anaknya, yang ketika dewasa anaknya tidak menyukainya karena dianggap halusiniasi ayahnya. Namun sesuatu yang tak terduga membuatnya terkejut.
2. Adam 31 Meter karya Bambang Tri (Publish 25 April 2025)
Buku ini Menjelaskan tentang pendapat Bambang Tri terkait tinggi nabi Adam yang sesungguhnya. Bukunya seru karena termasuk pemikiran orisinil, sayangnya saya tidak yakin tulisannya kredibel.
3. Max Havelaar karya Multatuli (Publish 25 April 2025).
Mengisahkan perjuangan Havelaar dalam melawan kolonialisme yang terjadi pada era penjajahan di Indonesia. Tidak sah seorang aktivis disebut aktivis jika belum membaca buku ini.
4. Kecerdasan Matematis karya Junaid Mubeen (Publish 27 April 2025)
Menjelaskan tentang bagaimana AI berpikir dan bagaimana AI masih susah untuk melampaui manusia. Bukunya sangat bagus, memberikan nilai-nilai yang masih dimiliki manusia sebelum AI mengambil segalanya.
5. Kamus Filsafat karya Lorens Bagus (Publish 29 April 2025)
Kamus filsafat yang cocok digunakan untuk memahami lebih dalam terkait filsafat. Cocok menjadi buku sampingan bagi mereka yang belajar filsafat.
Buku yang membahas tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan anggota yang baik. Buku ini masuk buku leadership dan buku pengembangan diri yang cocok dibaca remaja.
7. 101 Dosa Penulis Pemula karya Isa Alamsyah (Publish 12 Mei 2025).
Buku yang menjelaskan tentang bagaimana menjadi seorang penulis yang baik melalui kesalahan-kesalahan seorang penulis. Banyak teknik menulis dipaparkan disini, sangat direkomendasikan bagi mereka yang mau menjadi penulis.
8. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis karya Franz Magnis Suseno (3 Juni 2025)
Menjelaskan bagaimana filsafat dihantam segala sisi sehingga tidak bisa bertahan di dunia modern, kecuali, satu hal, yaitu sebagai ilmu kritis. Bukunya seru, terutama cerita Robbespiere melawan otoritas istana.
9. Dinamika Pendidikan Islam Pasca Orde Baru karya Moh. Tolchah (3 Juni 2025)
Membahas bagaimana pendidikan kita kalah oleh politik, dan bagaimana pendidikan Islam terpontang panting dalam sejarahnya. Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk pendidik.
10. The Power of Kepepet karya Jaya Setiabudi (7 Juni 2025)
Buku yang menjelaskan bagaimana kekuatan kepepet bisa mengeluarkan potensi besar manusia. Untuk pemula yang mau terjun ke dunia bisnis, buku ini cocok.
Membahas bagaimana mengintrospeksi diri yang tepat serta indikator keberhasilan Muhasabah itu. Seperti biasa, tulisan pak Fahrudin Faiz daging semua isinya.
Sepanjang Tahun 2026
1. How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie (22 Januari 2026)
Menjelaskan bagaimana kita bisa mempengaruhi orang lain dan menjadikannya kawan kita. Bukunya sangat bagus, cocok untuk mereka yang tidak bisa bergaul.
2. The Culture Code karya Daniel Coyle (26 Januari 2026)
Buku yang membahas cara membentuk tim yang sukses. Cocok untuk mereka yang mau menjadi seorang pemimpin.
3. Reopenning Muslim Mind karya Mustafa Akyol (26 Januari 2026)
Membahas bagaimana perseteruan Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd dan pengaruh politik terhadap Islam di masa sekarang. Bisa mengguncang iman orang Sunni.
Mengisahkan bagaimana manusia masih bisa hidup meski ada di bawah tekanan dan keputusasaan. Bagi orang yang hidupnya kosong, buku ini layak dibaca.
5. Dialog karya A.S. Laksana (2 Februari 2026)
Membahas tentang bagaimana membangun dialog cerpen yang baik, benar, dan tepat. Untuk orang yang mau menjadi sastrawan, buku ini layak dibaca.
Buku ini menjelaskan tentang bagaimana manusia memiliki hal yang selama ini dilupakannya, yaitu intuisi. Bukunya sangat bagus, Gladwell tidak pernah mengecewakan pembacanya.
7. Perang Dalam Diri Manusia karya Erich Fromm (2 Mei 2026)
Membahas tentang apakah manusia sejatinya jahat atau sejatinya baik? Fromm yang merupakan psikolog membagi manusia menjadi dua kategeori dalam buku ini, yaitu biophilia dan nekrofilia.
8. Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye (5 Mei 2026)
Membahas tentang pergulatan hidup manusia, takdir, dan doa. Menurut saya, ini adalah buku Tere Liye yang paling baik.
9. Mendidik Manusia Bersama Mesin karya Siti Murtianingsih (9 Mei 2026)
Menjelaskan dunia pendidikan Indonesia ketika AI datang dan hal yang harus dilakukan para aktor pendidikan. Bagus. cocok untuk pendidik.
10. Everybody Lies karya Seth Stephen Davidowitz (10 Mei 2026)
Menjelaskan bagaimana kita sebenarnya hanya penipu di sosial media dan diri kita sendiri yang asli adalah ketika kita sendiri. Buku ini berisi banyak data yang sayang kalau terlewatkan. Cocok untuk peneliti.
11. Kaidah Berargumentasi karya Anthony Weston (18 Mei 2026)
Membahas tentang bagaimana berargumentasi yang baik dan tepat sehingga apa yang ingin disampaikan tepat sasaran. Buku ini mengantarkan saya memenangkan banyak lomba.
12. Lanang karya Yonathan Rahardjo (5 Juni 2026)
Novel sastra yang membahas tentang dunia sains yang bersinggungan dengan dunia mistis. Novel yang kompleks, sulit dipahami bagi orang awam sehingga tidak cocok untuk pembaca pemula, tetapi cocok untuk mereka yang mau merenung lama.
Buku Yang Paling Membekas dan Bermakna Bagi Saya
Dari semua yang saya baca, ada beberapa buku yang saya anggap sangat membekas dan memberikan insight luar biasa bagi diri saya pribadi, diantaranya:
1. Fihi Ma Fihi karya Jalaludin Rumi
Dulu saya adalah pengagum rasionalitas, saya termasuk orang yang tidak bisa tidur cepat dan pasti semalam suntuk akan overthingking karena memikirkan segala sesuatu. Buku Fihi Ma Fihi karya Rumi merubah semuanya.
Entah mengapa, buku itu meruntuhkan rasionalisme saya. Rumi menginjak rasionalisme yang saya agungkan itu, hal yang magis, saya tidak lagi memandang dunia dalam warna hitam putih saja, melainkan warna-warni, dan ternyata, dunia sangat indah ketika kita bisa memandangnya seperti itu.
2. Kita dan Mereka karya Agustinus Wibowo
Buku ini mempertanyakan hal yang mendasar dalam kehidupan kita; apa akar konflik umat manusia? Mengapa kita terus berperang dengan sesama?
Menjawab hal tersebut, Wibowo berkeliling dunia dan memahami bahwasanya meski kita sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang lain, namun kita cenderung merusak sebab ada dikotomi 'kita' dan 'Mereka'.
Ada 'kita' yang merasa lebih baik, dan ada 'mereka' yang salah. Seringkali kita buta; dan banyak hal yang membuat kita buta seperti ideologi, persepktif, atau agama. Hematnya, banalitas. Ketika kita merasa superior dibandingkan yang lain.
3. Layla Majnun karya Syekh Nizami Ganjavi
Cinta barangkali adalah pembahasan paling seksi se-jagat raya ini, namun jika membahas tentang hal itu, hingga saat ini tidak ada yang bisa mengalahkan Layla dan Majnun. Ceritanya sederhana, namun dalam, sangat dalam.
Buku ini membuat saya memahami begitu jauh diri saya dari Tuhan, sebab bagi Majnun, Layla adalah Tuhannya. Majnun siap membentuk dirinya untuk Tuhannya, yang mana, kita tidak pernah siap.
Saya rasa tidak ada salahnya menyamakan orang yang jatuh cinta dengan orang gila.
4. Animal Farm karya George Orwell
Meski saya sesekali berada pada posisi strategis kepengurusan organisasi dan tidak akan bisa lepas dari tindakan-tindakan politik, namun hal yang memahamkan saya tentang politik adalah buku Animal Farm ini.
Melalui kritiknya yang satir, Orwell menjelaskan bagaimana dampak politik terhadap hal-hal yang sederhana, dan bagaimana dampak orang-orang tak terdidik yang tak berdaya dihadapan politik.
Buku ini membuat saya paham betapa besarnya pendidikan bagi kehidupan, dan betapa pentingnya pendidikan politik untuk bangsa kita.
Akhirnya,
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa membaca buku seperti berdoa; kadang begitu singkat, namun terkadang juga membutuhkan waktu yang panjang. Kita mungkin tidak bisa memahami bukunya sekarang, namun suatu waktu, ketika momen itu tepat, pengetahuan itu tiba-tiba muncul tiba-tiba. Mungkin aneh, tetapi itu nyata.
Sebagai seorang pendidik dan orang yang cukup gemar terhadap psikologi dan sastra, saya menyadari banyak hal tentang bagaimana jiwa dan otak kita bekerja. Sesekali ketika kita ingin paham sesuatu namun kita malah terombang ambing, kita pusing, namun hal yang tidak pernah kita ketahui; otak, kesadaran, bahkan tubuh kita sedang belajar menjadi lebih baik.
Saya tidak tahu suatu saat nanti akankah masih ada orang yang membaca buku? Ketika segala sesuatu meminta kita bergerak lebih cepat, saya tidak terlalu yakin akan banyak orang yang mau bergerak melambat dengan membaca. Ah, saya mesti yakin, sebab sebagaimana narkotika dan agama, membaca juga adalah candu.
Membaca buku pada akhirnya seperti berdoa, seperti meminum kopi yang kita seduh sendiri, bermusik, menari, atau mungkin, seperti menyebat sebatang rokok; ia akan terasa nikmat bilamana kita mendengarkannya dengan tempo yang tepat; tidak terlalu lambat, tidak terlalu cepat, namun sesuai dengan bagaimana kita menikmatinya.
Terimakasih telah menjadi seorang pembaca. Semoga di kehidupan yang sempit dan pendek ini kita bisa bersua dan menceritakan bagaimana buku-buku bisa mengubah cara pandang kita terhadap dunia.
Posting Komentar untuk "Semua Buku yang Pernah Saya Ulas "