Apakah Hidup Ini Adil? Bahas Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye
Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye
Jika saya disuruh memilih buku Tere
Liye mana yang terbaik bagi saya, saya akan memilih Rembulan Tenggelam di Wajahmu
sebagai novel tere liye terbaik. Meski demikian, buku ini kalah secara data,
bahkan popularitasnya kalah dibandingkan dengan novel-novel tere liye yang
lainnya.
Saya tidak akan membahas mengapa
itu terjadi, karena persoalan buku bagi saya sama halnya dengan persoalan musik
dan makanan yang mana baik buruknya tergantung selera yang menikmatinya. Namun
mengapa saya memilih novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu sebagai novel Tere Liye
paling baik?
Hematnya, Rembulan Tenggelam di
Wajahmu memberikan makna yang sederhana melalui kisah hidup Ray, tokoh utama
dalam cerita itu. Pesan itu bagi saya membekas bagi saya hingga saat ini.
| Salah satu cover novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu |
Ringkasan Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Cerita Rembulan Tenggelam di
Wajahmu berkisah tentang seorang manusia bernama Ray yang telah berada di ujung
ajalnya, pada saat ia hampir mati, malaikat datang kepadanya dan membawanya
ulang pada kenangan-kenangan masa hidupnya.
Dari pengulangan masa itu dapat
diketahui bahwa Ray adalah salah satu manusia yang tidak beruntung. Masa kecilnya
dipenuhi dengan eksploitasi oleh pemilik panti asuhan yang mana dirinya dipaksa
bekerja, bahkan salah satu teman masa kecilnya yang begitu baik kepada Ray…dibakar
massa sebab mengira ia mencuri uang salah satu warga disana.
Semakin dewasa kehidupan Ray
kemudian membaik sebab ia memiliki keberuntungan, terlebih dalam perihal
berjudi, namun lagi-lagi dirinya terhinakan. Ia bertemu dengan kekasihnya,
kekasih yang membuat dirinya berani untuk melukai dirinya sendiri, namun
lagi-lagi ia tidak beruntung sebab ternyata kekasihnya adalah seorang pelacur.
Sederhananya kisah rembulan
tenggelam di wajahmu mengisahkan tentang bagaimana kehidupan kita, tentang
bagaimana manusia yang jatuh bangun, tentang bagaimana manusia terkhianati, jatuh
cinta, dan memiliki dampak terhadap orang lain.
Saya katakan sekali lagi, bahwa
apa yang terjadi di dunia ini seumpama benang yang saling mengaitkan satu
dengan lainnya. Sebab akibat, dan bahwasanya hal-hal yang kita lakukan, sekecil
apapun, baik itu jahat atau sebaliknya, memiliki dampak kepada orang lain.
Pertanyaan yang perlu diajukan
adalah; apa yang membawa malaikat itu datang kepada Ray pada akhir hayatnya? Tepat
ketika Ray sekarat saat menjadi seorang konglomerat?
Bagi saya, itulah yang membuat
novel ini berbeda, dan kalian mungkin juga melupakannya.
Apa yang bisa diambil dari Novel Tere Liye Rembulan Tenggelam di Wajahmu?
Sebagaimana novel Tere Liye
lainnya, bahwasanya novel ini juga memiliki amanat dan nilai moral yang kuat.
Pada setiap chapter selalu ada nilai-nilai kehidupan yang diberikan Tere Liye
kepada pembacanya.
Sementara jikalau kita berbicara tentang
tema, saya merasa bahwa Tere Liye ingin menjelaskan kepada pembaca bahwasanya setiap
hidup, busuk tidaknya, pasti memiliki makna.
Saya katakan demikian sebab sebagai manusia sesekali kita akan merasa tidak berguna, barangkali hilang arah, dan merasa tidak pantas untuk siapapun. Novel ini setidaknya memberikan kita penguatan bahwa selalu ada alasan mengapa kita hidup, terlepas kita memahami makna hidup itu sendiri atau tidak; sebab Tuhan menciptakan kita pasti karena suatu alasan, dan alasan itu seringkali tidak bisa dipahami oleh otak kita yang dungu.
Sebagaimana yang termaktub dalam
novel ini, bahwasanya seringkali baik buruk juga adalah persoalan perspektif.
Kita merasa bahwa Tuhan tidak adil karena ketidaksanggupan kita melihat
bagaimana Tuhan melihat. Kita, yang terbatas, mencoba menggapai yang tanpa batas.
Hasilnya? Tidak pernah ada titik temu.
Barangkali Tere Liye benar, bahwa
memang ada sebab akibat, dan sebab kita ada bukan tanpa alasan sebab hubungan
kita dengan yang lain baik itu manusia, alam, dan benda mati, memiliki efek domino
yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya.
Barangkali itu bisa membantu agar
kita bisa menjadi manusia yang percaya bahwa hidup memang layak untuk dijalani,
sebab seburuk apapun gua itu akan selalu ada cahaya di ujungnya, pun jikalau
nanti gua itu berujung buntu, akan selalu ada pilihan untuk kembali.
Plotwist Tere Liye Dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Lalu, mengapa malaikat mendatangi
Ray? Ada banyak orang di dunia itu, dan mengapa ia perlu repot-repot mendatangi
Ray? Apa karena Ray yatim-piatu? Apa karena Ray pada akhirnya menjadi orang
sukses? Apa karena Ray memiliki ajian-ajian tertentu?
Jawabannya sederhana; karena
ibunya mendoakannya.
Ketika Ray masih bayi,
perkampungan yang dimiliki ibunya terbakar. Seiring dirinya menyelamatkan
dirinya dengan Ray kecil, ia tahu bahwasanya ia akan gagal dan karenanya ia
hanya bisa menyelamatkan Ray—kalau tidak salah—dengan melemparkannya.
Ibunya? Perlahan-lahan api
memakan tubuhnya dan saat itulah ibunya berdoa, doa yang begitu tulus, doa yang
pada akhirnya menjadi alasan kuat mengapa Tuhan mengabulkannya dan mengirimkan
malaikat kepada Ray.
Barangkali pesan yang bisa
diambil adalah bahwa Tuhan tahu, tapi menunggu. Tuhan tahu kamu berdoa, Tuhan
juga tahu kamu mendoakan seseorang. Namun sebagaimana doa, esensi dari doa
adalah meminta, bukan memaksa.
Konon doa-doa yang terlempar ke
langit itu sedang menunggu waktu untuk pulang. Sebagimana rinai hujan sehabis
penguapan air, ia masih menjadi awan yang bergumul, menunggu momen kun
fayakun, dan apa yang dikehendaki Tuhan terjadi, maka hal itu terjadi.
Percayalah kawan, bahwa doa
selalu menemukan jalan untuk pulang.
Terimakasih sudah membaca.
Posting Komentar untuk "Apakah Hidup Ini Adil? Bahas Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye"