Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Buku Non Fiksi Terbaik Sepanjang Masa Yang Merubah Hidup

Artikel ini sedang diperbarui dan dievaluasi ulang berdasarkan pembacaan terbaru. Belum layak dibaca. Daftar rekomendasi dapat berubah seiring bertambahnya buku yang saya baca.

Membaca seumpama berdoa, ia hanya bisa dinikmati bilamana kita khusuk membacanya. Karena ia seumpama berdoa, maka berdoa sebaiknya tidak usah terlalu cepat, tetapi, tidak usah juga terlalu lambat. Bacalah sebagaimana kita bisa menikmatinya, berdoalah hingga tuntas.

Ketika saya mengedit artikel ini, saya mencoba membuat lebih banyak daftar dan sedikit revisi. Beberapa buku yang bagus dan masuk kategeori kemudian saya pisahkan dan pilah ulang, dan dalam proses itu, saya menyayangkan beberapa tidak lagi masuk rekomendasi.

Bukan tanpa alasan, namun seiring kita dewasa dan membaca lebih banyak, seiring itu pula pertimbangan baru akan muncul, semacam keraguan atau keyakinan yang muncul selepas banyak hal  berlalu.

Awalnya, saya memasukkan buku yang 'bagus' melalui pertimbangan sujektfif belaka hingga menafikan aspek-aspek lain. Pada catatan kali ini, saya menambahkan beberapa aspek penilaian yang lebih baik.

3 Indikator Penilaian Yang Saya Lakukan Dalam Menentukan Buku Non-Fiksi Terbaik

Pada tulisan sebelumnya saya sangat subjektif tanpa menggunakan indikator penilaian dalam menentukan buku yang layak direkomendasikan, sekarang, saya memilikinya. Beberapa indikator itu adalah: 

Apakah yang disampaikan benar dan valid?

Indikator pertama adalah bahwa ia mesti lolos dari pertanyaan; apakah yang disampaikan benar dan valid? 

Benar berarti bahwa apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, sementara valid berarti bahwa ia mesti sesuai dengan metode berpikir yang berlaku.

Apakah bukunya mudah dicerna?

Kedua, apakah bukunta mudah dicerna atau tidak? Beberapa buku begitu baik, sayangnya terkadang, terlalu berat sehingga belum terlalu cocok untuk pembaca yang ingin jatuh cinta kepada buku.

Dengan demikian, saya mau menggabungkan tentang 'apa' yang disampaikan dengan 'bagaimana' ia disampaikan. Harapannya, pembaca menjadi lebih paham dan bisa menentukan buku yang sebaiknya dibaca.

Apakah masih relevan?

Ketiga, apakah masih relevan? Apakah buku ini masih benar-benar berguna bilamana kita membacanya sekarang? bahkan di era AI yang mana membuat informasi bisa ditemukan dimana-mana?

Kenyataannya, banyak buku hanya mengulang informasi yang sama, dan seringkali informasinya telah usang dan terlalu banyak disebar.

Meski demikian, ini adalah satu dari lain penilaian, sebab penilaian ini masih bisa dikalahkan dengan penilaian sebelumnya tentang 'benar dan validitas buku' serta 'berat tidaknya pembahasan bukunya'.

Informasi di bukunya mungkin tidak bisa hilang dari keniscayaan internet, namun beberapa buku masih layak dikonsumsi sebab bagaimana ia mengutarakan idenya dan bagaimana mereka bisa sampai pada kesimpulan itu.

Benar, kita tidak hanya fokus pada hasil, melainkan proses. 

 3 Rekomendasi Yang Dilakukan

Tulisan sebelumnya memasukkan buku-buku yang memang bisa mengubah hidup menjadi satu kategeori pembahasan. Sekarang, formatnya dirubah menjadi tiga kategeori, yaitu rekomendasi, bagus, dan buruk.

Pertama, rekomendasi. 

Buku yang bisa langsung anda baca. Untuk mereduksi subjektifitas, saya menggunakan perspektif orang lain dan berupaya meragukan buku tersebut sehingga tidak menelannnya mentah-mentah.

Kedua, bagus. 

Berada pada pertengah-tengahan, saya menilai berdasarkan 'sebaiknya dibaca atau suruh Google atau internet saja?' Di zaman AI sekarang, beberapa buku memang bagus, tetapi tidak terlalu perlu dibaca.

Ketiga, buruk. 

Meski buku tersebut bagus dan menggugah, saya kemungkinan akan memasukannya bilamana bertentangan dengan informasi itu sendiri, yang mana informasi mestilah bersikap 'benar' dan 'valid'.

Sayangnya beberapa buku bagus masuk kategeori ini karena datanya dan temuannya tidak 'benar' dan tidak 'valid.

Jadi, apakah yang masuk kategeori tersebut?

Berikut saya persembahkan buku non fiksi terbaik sepanjang masa yang berhasil merubah hidup saya, cara saya berpikir, dan cara saya hidup. 

Anda bisa menggunakan pertimbangan saya ini bilamana ingin memilih buku yang dirasa 'cocok'. 

Buku Non Fiksi Terbaik Sepanjang Masa  

.

Buku Non Fiksi Terbaik
Made by Canva


Buku Rekomendasi

Man's Search for Meaning - Viktor E. Frankl


Fihi Ma Fihi - Jalaluddin Rumi

Outliers - Malcolm Gladwell

How to Win Friends and Influence People - Dale Carnegie

Madilog - Tan Malaka

The Tipping Point - Malcolm Gladwell

Blink - Malcolm Gladwell


Perang Dalam Diri Manusia - Erich Fromm

Kaidah Berargumentasi - Anthony Weston

Filsafat Sebagai Ilmu Kritis - Franz Magnis Suseno

Kamus Filsafat - Lorens Bagus

Reopening Muslim Minds - Mustafa Akyol

Muhasabah - Fahrudin Faiz

Mendidik Manusia Bersama Mesin - Siti Murtianingsih

Kecerdasan Matematis - Junaid Mubeen

Everybody Lies - Seth Stephens-Davidowitz

The Culture Code - Daniel Coyle

Self Driving - Rhenald Kasali

101 Dosa Penulis Pemula - Isa Alamsyah

Dialog - A.S. Laksana

Kaum Novel - Setyaningsih & Widyanuari Eko Saputra

Dinamika Pendidikan Islam Pasca Orde Baru - Moh. Tolchah

Millenial & Turnover - Mamang Suherman & Sony Tan

The Power of Kepepet - Jaya Setiabudi

Rich Dad Poor Dad - Robert Kiyosaki

Keimanan Yang Menyembuhkan - Herbert Benson

Awaken the Giant Within - Anthony Robbins

The Miracle of Water - Masaru Emoto


1. Man Search For Meaning karya Victor E. Frankl

Berdasarkan pertimbangan, untuk saat ini BukuBagus meletakkannya pada urutan pertama.

artikel pertama. 

Beli bukunya: 

Baca pembahasan lengkapnya: [Review Fihi Ma Fihi]


Kitab Fihi Ma Fihi Karya Jalaludin Rumi

Buku Bagus langsung meletakkannya di pada urutan pertama sebab syekh Rumi dengan magisnya memberikan pencerahan kepada manusia tentang kenyataan hidup yang sebenarnya.

Disaat manusia berlomba-lomba menjadi kaya dengan menindas satu sama lain, mengeksploitasi Bumi, membunuh, menghina, menganggap diri yang paling benar, Rumi dengan entengnya menjelaskan;

"Kita tidak membutuhkan makanan-makanan lezat, yang kita butuhkan hanyalah kenyang. Kita tidak membutuhkan perhatian seluruh dunia, yang kita butuhkan hanyalah pengakuan"

2. Outliers karya Malcolm Gladwell

Seminar maupun pelatihan apapun yang kita ikuti para motivator akan tetap berkata bahwa kesuksesan yang mereka miliki adalah hasil kerja keras. Dan jika mereka bisa, maka kita sudah pasti bisa.

Tapi bagaimana jika kesuksesan bukan berasal dari mereka yang hanya bekerja keras? Bagaimana jika kesuksesan adalah faktor keberuntungan? Bukankah Jeff Bezos, Bill Gates, dan Elon Musk yang pernah menjadi orang paling kaya di Bumi berasal dari keluarga yang kaya?

Dalam buku Outliers Gladwell menjelaskannya dengan jelas disertai bukti dan data yang tidak bisa terbantahkan. 


3. The Secret karya Rhonde Bryne

Bagaimana jika kegagalan, kesuksesan, bahkan kesehatan umat manusia ditentukan oleh pikiran mereka dan dari apa yang mereka percayai?

The Secret menjelaskan lebih jelas tentang hukum tarik-menarik yang kerap disebut  the law of attraction. Sebuah hukum yang selama ini mengatur kehidupan umat manusia dan membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.


4. How To Wins Friend and Influence People karya Dale Carnegie

Jika ada sebuah buku yang dapat dinobatkan sebagai buku untuk mengikat dan mempererat hubungan satu orang dengan orang yang lain, maka buku ini memiliki kemungkinan untuk berada di tempat yang paling atas.

Buku How To Wins Friend and Influence People menjelaskan tentang langkah-langkah untuk menjalin relasi dengan orang lain dan kerap menjadi buku rujukan bagi mereka yang ingin pandai bersosialisasi.


5. Awaken The Giants Within karya Anthony Robbins

Mengapa ada manusia yang memilih untuk menjadi pecandu narkotika, pemabuk, pecundang disaat mereka dapat memilih untuk menjadi orang sukses dan bebas dari hal tersebut?

Melalui buku ini Anthony Robbins menyampaikan kepada pembacanya bahwa ada raksasa super dalam diri manusia yang masih tertidur dan meminta untuk dibangunkan.

Dan barangsiapa yang membangunkan raksasa tersebut maka mereka akan menjadi orang yang tidak terkalahkan di dunia.


6. Madilog karya Tan Malaka

Terkenal sebagai otak pendiri bangsa, Tan Malaka melalui buku Madilog menjelaskan bagaimana masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari belenggu kebodohan dan tidak mampu berpikir rasional.

Tan Malaka berpendapat bahwa untuk menjadi sebuah bangsa maka masyarakat Indonesia mesti lepas dari belenggu mitos yang telah mengakar lama dan menggantinya dengan pikiran yang logis dan rasional.

Sampai saat ini, buku ini masih menjadi bahasan anak muda, bahkan gerakan Malaka Project juga terpengaruh dari pemikiran Tan Malaka.




Buku Yang Masuk Kategeori Bagus



Buku Yang Masuk Kategeori Buruk dan Tidak Saya Rekomendasikan

7. The Miracle of Water karya Masaru Emoto

Kita mengetahui bahwa dunia kita sebagian besarnya adalah air, dan sebagian tubuh manusia dibentuk oleh air, tetapi mengapa?

Dalam buku The Miracle of Water Masaru Emoto menjelaskan hasil penelitiannya selama 20 tahun tentang air dan mengemukakan mengapa manusia tidak boleh berkata negatif kepada orang lain dan dirinya sendiri.


Adam 31 Meter - Bambang Tri

The Secret - Rhonda Byrne


Rekomendasi Buku Non Fiksi Terbaik Sepanjang Masa ini akan bertambah seiring waktu melalui pertimbangan-pertimbangan apakah buku tersebut layak untuk dibaca atau tidak. Buku Bagus selalu berharap bisa merekomendasikan buku-buku terbaik untuk pembacanya. Sekian!




Posting Komentar untuk "Buku Non Fiksi Terbaik Sepanjang Masa Yang Merubah Hidup"