Tata Cara Penulisan Essay Yang Baik dan Benar Disertai Tips-Tipsnya!

Saya kerap ditanya oleh beberapa teman yang terkait tata cara penulisan essay yang layak dibaca. Apabila anda memiliki pertanyaan yang serupa, maka melalui blog ini saya mau berbagi dengan anda tentang menulis esai yang benar.

Untuk mempermudah pembahasan, saya membaginya dengan langkah-langkah yang gampang dipahami tentang cara penulisan esai.

Tata Cara Penulisan Esai Yang Sistematis dan Mudah Dimengerti 

Untuk membuat esai, sebenarnya anda mesti paham 'apa tujuan anda membuat esai'. Beberapa orang menulis esai untuk beasiswa, sebagian lagi untuk lomba, dan sebagian lagi untuk memenuhi syarat dan administrasi.

Jika anda bisa menjawab hal tersebut, esai akan sangat gampang untuk anda buat.

Tulisan ini akan lebih bersifat umum, dan jika anda ingin membaca yang spesifik, anda bisa mencarinya di tag menulis esai untuk mendapatkan informasi terkait cara penulisan esai yang baik dan benar

Tata Cara Penulisan Essay Yang Benar Disertai Tipsnya!

Maka dari itu, mari kita lanjut ke pembahasan.

Langkah 1: Memilih Topik yang Tepat dan Sesuai Dengan Kapabilitas Anda

Langkah pertama dan sangat penting adalah, memilih topik yang tepat dan anda kuasai.

Memilih topik yang akan dibahas penting sebab menjadi core maupun inti dari esai. Tetapi anda tidak bisa asal comot topik, disarankan untuk memilih topik-topik yang bisa anda kuasai.

Tapi bagaimana jika kita yang baru belajar membuat esai dan tidak memiliki kapabilitas dengan apa yang kita bahas? Jika anda memiliki keresahan yang sama, gampang.

Esai cenderung adalah opini serta menggunakan sudut pandang penulis. Maka dari itu pendapat anda bisa dikuatkan oleh pendapat orang yang lebih ahli dari anda.

Jika anda kesusahan memilih topik, setidaknya syarat topik yang baik adalah satu, menarik minat Anda. Kedua, relevan dengan tema lomba atau tujuan penulisan. Ketiga, memiliki cukup bahan untuk dibahas. Dan keempat, anda menguasainya (tahu apa yang akan anda bahas).

Memilih topik esai yang baik dan benar

  

Tips memilih topik esai yang sesuai

  1. Carilah inspirasi dari berbagai sumber. Sumber tersebut bisa berasal dari permasalahan yang anda temukan dari pengalaman pribadi. Jika anda ingin lebih baik, bisa mencari sumber dari berita terkini, buku, film,  jurnal dan lain sebagainya.
  2. Persempit topik yang terlalu luas:  Fokuskan pada satu aspek atau sudut pandang tertentu. Misal anda ingin membahas tema pendidikan, maka apa saja yang mencakup dunia pendidikan? Bisa sekolah, guru, infrastruktur, dll. Guru pun sebagai pembahasan bisa disederhanakan lagi, misal sikap guru, karakteristik, atau perlakuan guru yang anda suka/tidak suka. 
  3. Pastikan topik Anda memiliki kontroversi atau pertanyaan yang menarik, atau secara sederhana, penting untuk dibahas, dan harus dibahas. Hal tersebut akan membuat esai anda memiliki daya tarik sendiri.


Langkah 2: Merumuskan Tesis atau Opini yang Kuat

Tesis adalah 'pernyataan utama', opini, pendapat, maupun sikap kuat (keberpihakan anda) yang ingin anda sampaikan dan tulis dalam esai. Tesis yang kuat adalah yang jelas, terukur, dan dapat diperdebatkan.

Misal, di Indonesia pemerintah memberikan kebijakan TAPERA. Apakah anda setuju dengan kebijakan tersebut, atau tidak?

Contoh kedua, Russia melakukan invasi kepada Ukraina sebab adanya masalah wilayah. Bagaimana tanggapan anda? Apakah anda setuju, atau tidak?

Keberpihakan, sikap, maupun pernyataan andalah yang saya maksud sebagai 'tesis'.

cara membuat tesis esai yang baik dan benar


Untuk membuat esai yang baik, tesis yang anda miliki harus sesuai dengan syarat berikut, yaitu.

  • Jelas: Tesis harus dinyatakan dengan jelas dan mudah dipahami. Misal, 'mengapa kebijakan TAPERA Problematik?' Dari hal tersebut anda sedang menguraikan kebijakan TAPERA dalam sudut pandang masalahnya.
  • Terukur: Tesis harus dapat diukur atau diuji kebenarannya. Jika anda telah mengambil keberpihakan dan beropini, maka sudah jelas anda harus bisa menguji pendapat anda tersebut dengan baik. Dalam karya tulis ilmiah, hal ini umumnya dapat dilihat melalui metodologi yang digunakan.
  • Dapat diperdebatkan: Tesis harus dapat diperdebatkan dari berbagai sudut pandang. Misal, Indonesia dalam masa pemerintahan Prabowo akan mengadakan makan siang gratis. Etis tidaknya, berhasil tidaknya, bahkan merata atau tidaknya kepada masyarakat, masih bisa diperdebatkan.
  • Relevan: Tesis harus sesuai dengan topik yang dibahas. Saya rasa hal ini tidak butuh penjelasan, sebab tidak mungkin anda membahas tentang pendidikan tetapi menjelaskan cara memasak. Jika anda membahas tentang gaji guru, maka pembahasan anda tidak boleh lepas daripada itu. 
  • Original: Tesis harus asli dan belum pernah dibahas sebelumnya. Untuk membuat tesis maupun opini yang berbeda, anda bisa membandingkan pendapat anda, metodologi yang anda gunakan, dan hasil yang anda dapatkan dengan tesis yang lain. 

Tips Membuat Tesis atau Pernyataan

  1. Tulislah tesis dalam satu kalimat yang ringkas dan tidak bertele-tele. Contoh, esai ini akan membahas tentang invasi Russia ke Ukraina dan akan menjelaskan mengapa kebijakan adalah masalah untuk perekonomian dunia.
  2. Pastikan tesis anda relevan dengan topik yang telah dipilih. Saya rasa bagian ini tidak perlu dijelaskan sebab anda pastu paham.
  3. Hindari tesis yang terlalu umum atau terlalu sempit. Misal, anda tidak bisa membahas tentang pendidikan, sebab cakupannya terlalu luas, tetapi anda bisa membahas hal-hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Hal ini bisa diatasi dengan Mindmap Method.

Langkah 3: Menyusun Outline atau Kerangka Penulisan yang Terstruktur

Cara penulisan essay berikutnya adalah dengan membuat outlie esai.

Outline atau kerangka penulisan seolah peta jalan yang akan membantu anda dalam menulis esai. Outline penting sebab akan membantu anda dalam menata ide-ide dengan logis serta sistematis sekaligus menghindari pembahasan yang keluar jalur.

Untuk membuat outline diperlukan bank ide, dan untuk membuatnya anda bisa menulis hal-hal apa saja yang berkaitan dengan tema tersebut kemudian memilih-memilah hal-hal yang ingin dibahas.

Banyak pemula yang menulis esai tanpa outline, dan pembahasannya menjadi ngawur. Jadi menulis outline sangat penting untuk pemula.

Cara Membuat Outline Esai Yang Baik dan Benar

Tips Membuat Outline Esai

  1. Buatlah kerangka kasar terlebih dahulu. Jika anda menulis esai tentang pendidikan, bayangkan hal-hal yang anda pikirkan tentang dunia pendidikan maupun yang tidak berkaitan dan tulislah diatas kertas.
  2. Pilah dan pilih hal-hal yang mau anda bahas dalam esai anda agar tidak keluar jalur berdasarkan kerangka kasar tersebut.
  3. Bagi esai anda menjadi beberapa bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan kesimpulan.
  4. Tuliskan poin-poin utama yang ingin anda bahas di setiap bagian melalui kerangka kasar yang telah anda pilih.


Langkah 4: Mengembangkan Esai Argumen yang Kuat

Tubuh esai atau lebih dikenal sebagai body essay adalah tempat Anda mengemukakan pendapat untuk mendukung tesis yang telah anda buat sebelumnya. 

Argumen yang kuat dan baik wajib didukung oleh bukti yang memadai dan relevan seperti data, fakta, statistik, contoh, dan pendapat ahli.

Perlu diketahui, anda tidak bisa secara langsung comot data maupun pendapat seenaknya, anda harus memilah pendapat-pendapat tersebut dan memang relevan.

Pendapat-pendapat para ahli yang digunakan mesti yang memang ahli dan memiliki otoritas, bahkan jika bisa telah dikatakan pakar dalam bidangnya.

Pendapat Socrates bisa kalah oleh pendapat Jean Piaget dan Skinner dalam dunia pendidikan. Pendapat Skinner bisa kalah oleh pendapat Adam Smith dalam bidang ekonomi, dan pendapat Adam Smith bisa kalah oleh pendapat Sujiwo Tejo dalam bidang kebudayaan Indonesia.

Jadi anda mesti memilih yang benar, tepat, dan tentunya relevan.

Cara Mengembangkan Esai Argumen yang Kuat dan Baik


Tips Mengembangkan Argumen Yang Kuat

  1. Pertanyakan argumen yang telah anda buat sebab argumen cenderung bisa diperdebatkan. Tugas anda adalah untuk memastikan pendapat anda logis dan dapat diterima secara akal.
  2. Gunakan berbagai jenis bukti yang berupa data, statistik, contoh, maupun pendapat ahli. Bahkan anda bisa menggunakan analogi agar pendapat anda lebih mudah dipahami pembaca.
  3. Pastikan bukti, data, dan pendapat ahli yang anda kutip relevan dengan tesis dan argumen yang anda bangun. 
  4. Jelaskan hubungan yang kuat antara bukti dan argumen anda dengan jelas. Hal ini bisa anda lihat lebih jelas apabila esai telah selesai anda buat. 


Langkah 5: Menulis Pendahuluan  Esai yang Menarik

Pendahuluan yang baik adalah kata pembuka yang bisa membuat pembaca maupun juri merasa ketrigger atau tertarik dalam kalimat maupun paragraf pertama esai anda.

Pendahuluan sangat penting sebab merupakan 'pintu gerbang' esai yang anda buat. Tanpa adanya mukadimah yang menarik maka akan sangat gampang pembaca membuang esai anda dan malas membacanya.

Prakatita yang baik dan menarik akan membuat mereka ingin terus membaca dari awal sampai akhir paragraf.

Cara Menulis Pendahuluan  Esai yang Menarik


Tips Membuat Pendahuluan Esai Yang Menarik

  1. Mulailah dengan kalimat pembuka yang menarik seperti pertanyaan-pertanyaan retoris, kutipan para ahli, atau fakta yang mengejutkan dan jarang orang ketahui.
  2. Perkenalkan topik dan tesis anda dengan jelas tanpa bertele-rele. Misal: esai ini membahas tentang dampak buruk game online Free Fire terhadap emosi anak dan solusi jitu untuk mengatasinya.
  3. Berikan gambaran singkat tentang apa yang akan anda bahas dalam esai. Misal, Dalam esai ini, saya berpendapat bahwa membaca adalah kegiatan berharga yang dapat memberikan banyak manfaat bagi individu


Langkah 6: Menulis Kesimpulan yang Kuat

Sama seperti pendahuluan yang merupakan gerbang, kesimpulan juga adalah penutup esai anda. Dan inilah cara penulisan esai yang benar dan layak baca!

Kesimpulan yang baik dan kuat harus mampu meringkas poin-poin utama serta menegaskan kembali tesis yang telah anda kemukakan di pendahuluan maupun di tubuh esai. Termasuk setuju tidaknya atas suatu pendapat maupun solusi yang anda tawarkan.

Kesimpulan esai yang indah dan tajam setidaknya bisa membuat pembaca merasa 'wah' dengan opini tersebut, bahkan membuat mereka terngiang-ngiang.

Perasaan itu pernah saya dapatkan ketika membaca esai Betrand Russel dalam buku Mengapa Saya Menulis? karya Azwar dalam buku Membaca Sastra, Membaca Dunia, dan karya Linda S. Chrisdianty, Raja dan Revolusi.

Cara Menulis Kesimpulan Esai Yang Baik dan Benar

Tips Menulis Kesimpulan Yang Kuat

  1. Jangan hanya mengulangi apa yang telah dibahas sebelumnya melainkan pertegas keberpihakan anda terkait pro dan kontra terhadap pembahasan/topik tersebut.
  2. Berikan kesimpulan yang menarik dan berkesan dengan menggunakan kalimat maupun analogi yang menohok. Kesimpulan yang baik cenderung memberikan perenungan dan membuat pembaca merenung dan berpikir. Bahasa sederhananya, tercerahkan.
  3. Ajak pembaca esai untuk memikirkan lebih lanjut tentang topik yang telah dibahas melalui gagasan tentang hal yang akan terjadi bila hal tersebut tidak segera di tangani.


Langkah 7: Merevisi, Mengedit, dan Memoles Esai

Setelah menyelesaikan draf esai maka jangan langsung publish dan mengirimnya, tetapi luangkan waktu sejenak (sekitar 30 menit bila esainya 500-600 kata) untuk merevisi dan memolesnya agar layak baca.

Begitulah cara penulisan essay yang benar sebab sebagai penulis esai, anda mesti memeriksa kembali kesalahan ejaan, kosakata yang berulang (stuffing keyword), sumber dan tokoh, tata bahasa, maupun struktur kalimat yang telah anda susun. 

Jika esai anda menggunakan bahasa Indonesia maka pastikan menggunakan PUEBI yang benar. Jika menggunakan bahasa Inggris, maka wajib menggunakan grammar.

Esai yang baik adalah esai yang mudah dibaca dan dipahami. Tetapi sayangnya banyak esais pemula mencipta esai yang rancu untuk dibaca. Umumnya kesalahan mereka terdapat pada pemilihan kosakata, salah tanda baca, dan cenderung jatuh ke logical fallacy atau kecacatan berpikir.

Tips Mengedit Esai Yang Baik dan Benar


Tips Mengedit Esai Yang Baik

  1. Jangan langsung mengedit esai, tetapi biarkan diri anda rileks terlebih dahulu. Anda bisa keluar mencari udara atau meminum sebotol air. Hal ini perlu sebab dengan pikiran yang plong maka anda bisa mengedit esai anda dengan lebih baik.
  2. Setelah mengeditnya, mintalah orang lain untuk membaca esai anda dan memberikan komentar terhadap esai yang anda tulis. Setidaknya ada beberapa orang yang bisa anda beri, diantaranya adalah teman yang awam/bodoh, teman yang tulus, esais lainnya, akademisi, dan mereka yang lebih jago dari anda. Jika anda bertanya mengapa memberikan teman yang awam esai tersebut? Sebab jika mereka paham dengan apa yang anda tulis, maka orang lain kemungkinan akan lebih paham lagi.
  3. Bacalah esai yang diedit dengan suara keras untuk membantu anda menemukan kesalahan ejaan, tata bahasa, bahkan tanda baca. Menggunakan suara keras akan sangat membantu, terlebih dalam memilih kapan anda menggunakan tanda baca seperti titik (.) dan koma (,).
  4. Gunakan alat bantu seperti kamus dan pemeriksa ejaan jika memang diperlukan. Tetapi saran saya, anda bisa menggunakan fitur Google dan banyak aplikasi maupun website pemeriksa ejaan lainnya sehingga waktu anda mengedit bisa lebih ringkas.


Langkah 8: Mengirimkan Esai Yang Telah Dibuat 

Setelah diedit dan yakin dengan esai yang anda tulis maka anda bisa langsung mengirimnya baik ke penerbit maupun ke panitia lomba.

Akan ada rasa plong setelah menulis esai dengan usaha yang keras, seperti kita telah berusaha melakukan yang sebaiknya.

Jika ini lomba, maka tenang saja, sebab yang terpenting bukan perihal anda menang atau tidak, tapi perihal apakah anda belajar maupun berkembang dari kejadian ini.

Selamat mencoba!

Tips Mengirim Esai Yang Baik dan Benar

Tips Mengirim Esai

  1. Pastikan anda telah membaca panduan lomba. Jika anda merasa tidaka ada yang menyeleweng dan telah mematuhi semua aturan dan panduan lomba, maka anda bisa mengirimkannya. Aturan sangat penting sebab menjadi salah satu kriteria penilaian.
  2. Bila perlu sertakan semua dokumen yang diperlukan. Bahkan jika esai membutuhkan data, bisa juga meletakkan daftar pustaka atau referensi, hal ini umumnya ada di syarat lomba.
  3. Berdoa dan berharap yang terbaik dan memahami bahwa kalah menang, terbit-tidaknya esai adalah hal yang biasa. Toh, yang menulis esai bukan hanya anda.


Penutup dan Kesimpulan

Menulis esai yang baik dan benar memang membutuhkan usaha dan dedikasi baik dari segi waktu dan tenaga. Acapkali kita pusing dan bingung dalam menulis dan mengeditnya, tetapi, dengan mengikuti langkah-langkah yang telah saya bagikan di atas, menulis esai bukan perkara yang mustahil.

Selesai sudah tata cara penulisan essay yang ditulis Buku Bagus. Semoga dengan tulisan ini anda bisa membuat esai yang gampang dipahami.

Jika anda mau pembahasan yang paling lengkap tentang esai, maka anda bisa membaca artikel yang sedang saya susun yaitu Panduan Lengkap Menulis Esai. Tulisan tersebut saya susun lama agar bisa dibaca setiap kalangan.

Anda juga bisa membeli buku-buku esai untuk mengetahui cara menulis esai yang baik dan benar.

Sekian dari BukuBagus, dan terima kasih.


Catatan: Semua gambar dari Pixabay.


Posting Komentar

0 Komentar