Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Biografi Viktor E. Frankl: Psikolog Yang Membuat Manusia Menjadi Manusia

Biografi Viktor E. Frankl: Psikolog Yang Membuat Manusia Menjadi Manusia

Victor E. Frankl bernama asli Viktor Emil Frankl. Namanya terkenal dalam dunia psikoterapi sebagai orang yang mempopulerkan konsep logoterapi, namun sebagian besar orang mengenalnya melalui buku Man Search for Meaning sebagai orang yang mampu bertahan hidup dari siksaan Nazi Jerman saat perang dunia dulu.

Bukunya, Man Search for Meaning telah dibaca banyak orang di seluruh dunia, diterjemahkan dalam banyak bahasa dan membantu banyak orang untuk menemukan makna hidup mereka. 

Buku ini merupakan salah satu dari 10 buku paling berpengaruh di Amerika, berdiri bersama buku How to Win Friends and Influence People karya Carnegie, How To Kill A Mockingbird karya Harper Lee, dan Lord of The Rings karya J.R.R Tolkien. 

Berasal dari salah satu tempat terkejam dalam sejarah umat manusia, Frankl menunjukkan bahwa pencarian makna bisa menjadi kekuatan terkuat umat manusia.

Tulisan ini menjelaskan lebih banyak tentang biografi Victor E. Frankl baik itu dari latar belakang dan perannya dalam dunia psikologi serta dunia akademisi. Mari kita mulai!

Biografi Viktor E. Frankl
Dibuat di Canva

Latar Belakang Kehidupan Awal

Viktor Emil Frankl lahir pada 26 Maret 1905 di Wina, Austria. Ia adalah  anak kedua dari 3 bersaudara. Ibunya bernama Elsa Frankl yang berasal dari Praha dan bapaknya bernama Gabriel Frankl, berasal dari Moravia.

Perlu diketahui bahwa bapaknya menjabat sebagai direktur kementrian pelayanan sosial sehingga dari hal tersebut dapat diketahui bahwa Victor E. Frankl berasal dari kaum terdidik nan kaya.

Semenjak remaja, ia sudah menunjukkan minat pada psikologi dan filsafat, bahkan menurut Encyclopedia Britannica, ia telah menjalani korespondensi dengan tokoh besar seperti Sigmund Freud ketika masih duduk di bangku sekolah. Frankl bahkan meminta izin kepada Freud untuk menerbitkan papernya.

Selama masa kuliah, Frankl mempelajari lebih dalam teori Alfred Adler mengenai psikologi individual dan aktif memberikan kuliah umum tentang hal tersebut. Dilansir dari Victorfrankl.org, bahkan pada umur 15 tahun Frankl telah memberikan kuliah umum pertamanya tentang makna hidup.

Sementara dalam ranah psikologi Frankl tertarik dengan ranah depresi dan bunuh diri, yang mana usahanya tersebut—yaitu membuat konseling remaja—membuat bunuh diri remaja berkurang di Vienna.

Dilansir dari Buku Pintar Pemikiran Tokoh-Tokoh Psikologi Dari Klasik Sampai Modern pada masa itu remaja di Wina banyak melakukan bunuh diri jikalau nilai mereka jelek. Bahkan pada 1931, tidak terdapat kasus bunuh diri remaja yang mana keberhasilannya ini membuatnya diundang ke Berlin oleh Wilhelm Reich.

Data tersebut setidaknya menunjukkan bahwa Victor Frankl adalah orang yang cerdas, empatik, dan inovatif. Alih-alih mengikuti psikolog sebelumnya seperti Freud yang mahsyur, ia telah membuat jalannya sendiri dalam dunia psikologi.

Melanjutkan pendidikan, ia kemudian menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Wina hingga meraih gelar doktor di bidang kedokteran pada tahun 1930 dan kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Ph.D. dalam filsafat pada tahun 1948.

Perjalanan Karier dan Titik Balik Hidup

Karier Frankl di bidang psikiatri dimulai dengan menangani kasus depresi dan bunuh diri untuk remaja di Vienna. Namun secara khusus, karier medisnya pertama kali dimulai tahun 1931-1932 di rumah sakit neurologi di Wina yang bernama  Maria Theresien Shloessl.

Pada tahun 1933 Frankl menjadi kepala dokter di Rumah Sakit Jiwa Steinhof di Wina, yang mana tiga tahun berikutnya ia mengumpulkan pengalaman diagnostik yang cukup besar dengan menangani sekitar 3000 pasien per/tahun.

Tahun 1937 adalah awal-awal kemalangan Frankl muncul. Victorfrankl.org menjelaskan bahwa pada tahun ini ia telah membuka praktik pribadi sebagai seorang dokter neurologi dan psikiatri, yang mana beberapa bulan kemudian ia mesti menutupnya karena Nazi melakukan aneksasi. 

Jika mengacu pada Encyclopedia Britannica,  maka penutupan itu terjadi pada tahun 1938 dan pada masa inilah Frankl mengalami diskriminasi berat yang mana pandangan anti semit mencuat dan melebar.

Masa ini kedepannya adalah masa yang sulit bagi Victor Frankl, namun menjadi titik balik kehidupannya dan menjadi salah satu alasan besar bagaimana dunia mengenalnya.

Pada masa ini, tepatnya pada tahun 1938 Victor E. Frankl harus menggunakan nama tengah 'Israel' dan menyebut dirinya Fachbehandler atau praktisi spesialis dibandingkan dokter. Kantornya diambil alih Nazi.

Untungnya Frankl sempat menulis yang mana pada tahun 1939 papernya yang berjudul Filsafat dan Psikoterapi diterbitkan. Paper ini penting sebab ia mencetuskan kata kunci analisis eksistensial yang man kedepannya menjadi asas filosofis dari logoterapi.

Pada tahun 1940 Frankl menjadi direktur Departemen Neurologi Rumah Sakit Rothschild, sebuah klinik untuk pasien Yahudi. Meskipun nyawanya terancam, ia menyabotase prosedur Nazi dengan membuat diagnosis palsu untuk mencegah eutanasia terhadap pasien yang sakit jiwa.

Titik Jatuh Victor E. Frankl

Meskipun Victor E. Frankl mendapatkan visa ke Amerika yang bisa menyelamatkan dirinya, namun ia memilih membiarkannya kadaluarsa. Alasannya sederhana, ia ingin membersamai keluarganya dan tidak ingin meninggalkannya.

Victor Frankl masih kerap menulis, pada tahun 1941 bukunya tentang Dokter dan Jiwa yang menjelaskan tentang sistem psikoterapi logoterapi dan analisis eksistensial dipaksa dibuang oleh tentara Nazi, padahal manuskrip itu belum diterbitkan.

Frankl bisa sedikit berbahagia sebab pada tahun 1941-1942 ia bisa menikahi seorang suster bernama Tilly Groesser. Sayangnya tentara Jerman menyuruh kaum Yahudi kala itu mengaborsi anaknya, sehingga dapat diketahui bahwa dari pernikahan ini ia tidak memiliki anak.

Biodata Viktor E. Frankl
Frankl dan Tilly Groesser (diambil dari Victorfrankl.org)

Melunjaknya Nazi Jerman pada tahun 1942 membuat penangkapan kepada kaum Yahudi semakin menjadi-jadi dan menekan mereka untuk dimasukkan ke dalam kamp Nazi. Pada masa ini, mereka sekeluarga tercerai berai.

Viktor dan Tilly ditangkap dan bersama orangtuanya dan dideportasi ke Ghetto Terezin atau lebih dikenal dengan Theresienstadt yang terletak di utara Praha. Stella, saudari perempuan Frankl berhasil kabur ke Australia sementara Walter, saudara laki-lakinya berusaha melarikan diri lewat Itali.

Setengah tahun di Theresienstadt, ayahnya meninggal karena kelelahan.

Hidup di dalam kamp membuat siapapun mengalami krisis psikologis. Frankl yang seorang psikolog berperan penting dalam menangani krisis tersebut khususnya bagi pendatang baru kamp yang shock. Frankl pada masa ini mencoba sebisa mungkin membuat pasien tidak bunuh diri. Ia tidak sendirian melainkan bersama Regina Jonas yang merupakan seorang rabi wanita pertama di dunia.

Hidupnya semakin kelam ketika pada tahun 1944 Viktor dan Tilly, kemudian ibunya yang telah berusia 65 tahun diangkut ke kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau. Nazi tidak pandang bulu, ibunya langsung dibunuh di kamar gas sementara Tilly dipindahkan ke kamp Bergenbelsen.

Sementara ia tidak mengetahui bagaimana keadaan istrinya, Frankl dipindahkan ke kamp kerja paksa di Kaufering, Turkheim, dan bahkan kamp cabang Dachai di Bavaria.

Pengalaman ini bukan hanya mengguncang batinnya sebagai manusia melainkan juga membentuk dasar budaya intelektualnya. Dalam kamp yang menyakitkan tersebut, Frankl menyaksikan bagaimana individu yang masih menemukan alasan hidup justru lebih mampu bertahan di situasi yang paling brutal sekalipun.

Dalam buku Man Search For Meaning, pengalamannya di kamp ia tulis dengan sangat jelas. Penindasan yang terjadi terus menerus membuatnya merasa kehilangan banyak naluri hidup. Orang-orang di kamp bahkan kehilangan naluri seksual mereka, yang mana mengindikasikan bagaimana kamp tersebut mempengaruhi psikologi tahanan disana.

Frankl bahkan pernah menatap seseorang yang bekerja sembari menangis sementara ia memakan roti, hal ini mengindikasikan betapa kamp membuat dirinya kehilangan sebagian kemanusiaannya.

Hanya saja, Frankl menemukan alasan untuk bertahan meskipun ia berada di tengah penderitaan. Ia percaya bahwa diluar sana istrinya masih menunggu kedatangannya, karenanya ia bertahan lebih lama.

Titik Bangkit Frankl

Dalam buku Man Search for  Meaning, Frankl bersama teman-temannya berencana kabur dari kamp Nazi tersebut. Kabar perang yang simpang siur, serta ketidaktahanan mereka di dalam kamp jelas adalah masalah.

Hanya saja, Frankl memutuskan untuk tinggal alih-alih kabur. Hal itu karena pada waktu itu ada seorang tawanan yang sekarat, dan Frankl memutuskan untuk memilih bersamanya dibandingkan bebas bersama teman-temannya. Frankl memutuskan untuk bertanggungjawab atas pilihannya.

Namun keberuntungan berpihak. Berpikir dirinya akan mati, ternyata kamp tersebut dibebaskan oleh pasukan AS. Pada momen ini Frankl mulai mendapatkan kehidupannya kembali, ia diangkat menjadi kepala dokter di rumah sakit militer untuk pengungsi.

Itu adalah tahun 1945 ketika Frankl cemas dengan keadaan istrinya yang membuat ia melakukan perjalanan berat ke Wina. Beberapa hari kemudian ia menyadi bahwa ibunya, istrinya, dan saudara laki-lakinya yang sempat mencoba kabur telah dibunuh di kamp Auschwitz.

Pada tanggal 27 April, kamp tersebut dibebaskan oleh pasukan AS. Frankl diangkat menjadi kepala dokter di rumah sakit militer untuk pengungsi. Karena cemas ingin mengetahui nasib istrinya, ia memulai perjalanan berat ke Wina. Dalam beberapa hari, ia mengetahui kematian istrinya, ibunya, dan saudara laki-lakinya yang telah dibunuh di Auschwitz bersama istrinya.

Frankl tetap memutuskan untuk hidup, lagipula bagaimana? Ia tidak bisa memilih apa yang terjadi kepadanya. 

Pada akhir Desember 1947, ia menikahi seorang  perempuan bernama Eleonore Schwindt dan dikaruniai seorang anak bernama Gabrielle. Pada tahun 1948 ia berhasil mendapatkan gelar P.hD dengan disertasinya yang berjudul The Unconsius God.

Profil Viktor E. Frankl
Frankl dengan Eleonore Schwindt

Keberuntungannya terus berlangsung, misalnya 1954 Victor E. Frankl sangat terkenal sehingga ia diundang universitas-universitas di Inggris, Belanda, dan Argentina mengundang Frankl untuk memberiakn kuliah. Bahkan psikolog terkenal Gordon Allport mempromosikan Frankl dan buku-bukunya. 

Tahun-tahun berikutnya ia telah dikenal secara internasional dan seringkali memberikan kuliah lintas benua. Pada tahun 1961 Frankl bahkan menjadi profesor tamu di Harvard. Terdapat quote Victor E. Frankl yang terkenal dan seringkali ditutip, yaitu

"Patung Liberty di Pantai Timur harus dilengkapi dengan Patung Tanggung Jawab di Pantai Barat." 

Quote Victor Frankl tersebut mungkin sederhana, namun menjelaskan konsep logoterapi yang berasas pada tanggungjawab. Hematnya, kebebasan yang benar mestilah berasas pada tanggungjawab, tanpanya, kebebasan hanyalah ilusi.

Pada 2 September tahun 1997, Victor E. Frankl pada akhirnya meninggal dunia karena gagal jantung. Menyisakan namanya yang abadi 

Prestasi Utama dan Kontribusi Besar

Terdapat banyak prestasi dan kontribusi besar Viftor E. Frankl sebagaimana kami jelaskan dalam biografi awalnya, namun jika diperas, maka setidaknya ada dua kontribusi ide yang menjadikan ia legenda.

1. Logoterapi: Terapi Makna Hidup

Kontribusi terbesar Viktor Frankl yang pertama adalah logoterapi, yang merupakan sebuah bentuk psikoterapi yang memusatkan perhatian pada pencarian makna hidup manusia.

Berbeda dengan pendekatan Freud yang melihat naluri atau Adler yang menekankan rasa kekuasaan, Frankl percaya bahwa manusia pada dasarnya ingin menemukan arti dalam kehidupan mereka meski menghadapi penderitaan yang tak dapat dihindarinya.

Dalam buku Man Search for Meaning, logoterapi berhasil membuat pasien lebih cepat sembuh dibandingkan psikoanalisa yang dilakukan Freud. Hal tersebut sebab logoterapi memusatkan penderitaan pasien terhadap makna yang seringkali tidak mereka lihat.

Ketika pasien melihat bahwa ternyata apa yang terjadi terhadapnya memiliki makna yang besar, maka pasien seringkali sembuh dan tidak merasa bahwa hal tersebut sebagai trauma.

Dalam buku Man Search for Meaning pula Frankl menekankan tanggungjawab sebagai prinsip logoterapi.

2. Man’s Search for Meaning

Man’s Search for Meaning adalah buku karya Victor E. Frankl yang termahsyur. Buku ini bahkan telah diterjemahkan ke banyak bahasa di seluruh dunia dan termasuk 10 buku paling berpengaruh di Amerika.

Buku ini berisikan pengalaman hidupnya di kamp konsentrasi yang hitam pekat disertai gagasan logoterapinya. Meski bukunya sempat dipaksa untuk dibuang oleh tentara Nazi, Frankl menemukan makna mengapa ia mesti menulisnya lagi.

Man’s Search for Meaning terbit pertama kali pada tahun 1946 dan kemudian menjadi salah satu buku psikologi paling berpengaruh di abad ke-20.

Biography Viktor E. Frankl
Man Search for Meaning menjadi 10 buku paling berpengaruh di Amerika (Victorfrankl.org)


Tantangan, Kegagalan, dan Kontroversi Victor Frankl

Kita harus percaya bahwa tidak ada perjalanan hidup besar tanpa tantangan. Frankl tidak hanya hidup dalam kemiskinan dan penderitaan fisik selama perang, tetapi ia juga menghadapi kritik atas beberapa aspek pengalamannya selama Holocaust dan interpretasi ide-idenya itu.

Kritik tersebut muncul dalam debat akademik, terutama terkait bagaimana logoterapi dipahami atau digunakan secara praktis dalam konteks budaya yang berbeda. Pada beberapa titik, logoterapi juga bisa bias sebab Frankl pernah keluar dari grup semacam itu (bisa dibaca di Victorfrankl.org).

Namun demikian, catatan sejarah menyatakan bahwa keberadaannya sebagai tahanan dan kontribusinya sebagai psikolog tetap diakui secara luas oleh banyak ilmuwan dan institusi.

Selain itu Frankl juga tetap dihormati karena kerja kerasnya dalam menyatukan pengalaman pribadi dengan teori psikologi yang relevan bagi banyak orang di berbagai belahan dunia.

Dampak terhadap Masyarakat dan Dunia

Warisan Viktor Frankl tidak hanya gagasan saja melainkan berbentuk praktik. Ide-idenya telah memengaruhi banyak orang dalam memahami penderitaan, harapan, dan tujuan hidup.

Logoterapi dipelajari dan diaplikasikan di berbagai negara dan budaya, serta menjadi dasar bagi banyak pendekatan psikoterapi modern yang menekankan makna daripada sekadar fungsi sisi gejala.

Selain itu, karya Frankl terus dibaca dan dijadikan bahan refleksi oleh banyak pembaca umum yang mencari pemahaman lebih dalam tentang hidup mereka sendiri.


Karya-karya Victor E. Frankl

Victor E Frankl setidaknya menulis 39 karya selama hidupnya. Berikut beberapa karya Victor Frankl yang seringkali menjadi rujukan.

1. Man’s Search for Meaning (1946)

Man's Search for Meaning adalah buku paling mahsyur yang pernah ditulis Victor Frankl, menjelaskan tentang bagaimana manusia dapat memiliki makna hidup meski berada pada tekanan berat sekalipun.

2. The Doctor and the Soul: From Psychotherapy to Logotherapy (1946-1955 terjemahan Inggris)

The Doctor and the Soul: From Psychotherapy to Logotherapy setidaknya membahas tema peralihan dari psikoterapi menuju logoterapi., yang mana logoterapi berfokus pada pencarian makna hidup.

3. The Unconscious God: Psychotherapy and Theology (1949)

The Unconscious God: Psychotherapy and Theology adalah disertasi Victor Frankl. Buku ini mengeksplorasi hubungan antara psikoterapi, spiritualitas, dan agama, dengan sudut pandang logoterapi yang menekankan pencarian makna hidup dan dimensi spiritual manusia.

4. Psychotherapy and Existentialism: Selected Papers on Logotherapy (1967)

Psychotherapy and Existentialism: Selected Papers on Logotherapy adalah kumpulan paper yang menjelaskan teori Victor Frankl terkait logoterapi yang berupaya membantu individu mengatasi kehampaan hidup dan penderitaan serta menemukan tujuan melalui tanggung jawab.

5. The Will to Meaning: Foundations and Applications of Logotherapy (1971)

The Will to Meaning: Foundations and Applications of Logotherapy membahas dasar teoritis dan aplikasi praktis dalam mengatasi kehampaan eksistensial.

6. The Unheard Cry for Meaning: Psychotherapy and Humanism (sekitar 1979)

The Unheard Cry for Meaning: Psychotherapy and Humanism adalah buku yang mengkritik psikoanalisis dan behaviorisme sebab dianggap mengabaikan dimensi kemanusiaan esensial dan menekankan potensi manusia untuk hidup otentik. Buku ini juga menentang pseudo-humanisme. Hematnya, buku ini tentang psikologi humanistik.

7. Viktor Frankl Recollections: An Autobiography (1997)

Viktor Frankl Recollections: An Autobiography adalah buku autobiografi kehidupan Victor E. Frankl yang berisi kehidupan pahit selama hidupnya hingga ia bisa lolos dari kematian.

8. Man’s Search for Ultimate Meaning (1997)

Man’s Search for Ultimate Meaning memperdalam hal-hal yang ditulis Frankl sebelumnya, terkhususnya dalam bukunya Man Searh for Meaning. Dalam buku ini logoterapi lebih diperluas cakupannya.

Quote Victor Frankl

  1. "Sejak Auschwitz kita tahu apa yang mampu dilakukan oleh manusia. dan sejak Hiroshima kita tahu apa yang menjadi taruhannya."
  2. "Kita harus tetap sadar akan kenyataan bahwa selama kebenaran yang mutlak tidak dapat kita jangkau (dan tidak akan pernah), maka kebenaran-kebenaran relatif berfungsi untuk mengoreksi satu sama lain. Mendekati sebuah kebenaran dari berbagai sisi, kadang-kadang dari sisi yang berlawanan, tidak dapat kita jangkau, tetapi sekurang-kurangnya kita dapat mengitarinya."
  3. "Pada akhirnya, manusia tidak perlu menanyakan apakah makna hidupnya, melainkan mengakui bahwa dialah yang ditanyai. Singkatnya, setiap orang dipertanyakan oleh kehidupan; dan ia hanya dapat menjawab kepada kehidupan dengan mempertanggungjawabkan hidupnya sendiri; ia hanya dapat menjawab kepada kehidupan dengan cara bertanggung jawab."
  4. "Kami yang hidup di kamp konsentrasi dapat mengingat ketika orang-orang yang berjalan melalui gubuk-gubuk untuk menghibur orang-orang yang lain, mengorbankan potongan roti mereka yang terakhir. Jumlah mereka mungkin sedikit, tetapi itu sudah cukup bukti bahwa segala sesuatu dapat direnggut dari manusia kecuali satu hal, kebebasan terakhir manusia – kebebasan untuk memilih sikapnya sendiri dalam keadaan apapun, kebebasan untuk memilih caranya sendiri." - Man's Search for Meaning
  5. "Bila semua orang sempurna, maka setiap individu dapat digantikan oleh siapapun juga. Karena ketidaksempurnaan manusia inilah maka setiap individu itu tidak dapat disia-siakan ataupun dipertukarkan." - The Doctor and the Soul
  6. "Jangan mengejar sukses – semakin dikejar dan semakin dijadikan target, semakin kita akan kehilangan dia. Karena sukses, seperti halnya kebahagiaan, tidak dapat dikejar. Ia harus terlahir dengan sendirinya, dan hal itu hanya terjadi sebagai dampak sampingan yang tidak direncanakan dari dedikasi pribadi seseorang kepada suatu tujuan yang lebih besar daripada dirinya sendiri atau sebagai produk sampingan dari penyerahan diri seseorang kepada seseorang yang lain daripada dirinya sendiri. Kebahagiaan harus terjadi, dan hal yang sama berlaku untuk sukses: kita harus membiarkannya terjadi dengan bersikap tidak peduli tentang hal itu. Saya ingin anda mendengarkan apa yang diperintahkan oleh hati nurani anda untuk dilakukan dan melakukannya terus sebaik-baiknya sesuai dengan pengetahuan anda. Maka anda akan dapat menyaksikan jauh di kemudian hari – ya, jauh di kemudian hari! – bahwa sukses akan mengikuti anda justru karena anda telah berhenti memikirkannya." - Man's Search for Meaning

Dikutip dari Wikipedia.

Penutup: Apa yang bisa diambil dari kisah Victor E. Frankl?

Kisah Viktor E. Frankl di atas mengingatkan kita bahwa makna hidup tidak selalu ditemukan dalam kenyamanan. Sebab terkadang, makna akan ditemukan dalam penderitaan yang paling gelap, sebab pada titik itu manusia bisa memilih apakah abai atau bertanggungjawab terhadap hidupnya.

Frankl memperlihatkan kepada dunia bahwa sekalipun segala sesuatu bisa diambil dari seorang manusia, satu hal tidak bisa: kebebasan memilih sikap kita terhadap nasib kita

Pada akhirnya persoalan mencari makna bukan sekadar tugas filosofis, tetapi seni hidup yang memberi arah dalam pergulatan batin setiap manusia.

 

Referensi:

  1. Victorfrankl.org./ Biografi Victor E. Frankl
  2. Britannica: Biography Victor Frankl
  3. Man Search For Meaning karya Victor E. Frankl
  4. Buku Pintar Pemikiran Tokoh-Tokoh Psikologi Dari Klasik Sampai Modern karya Eka Nova Irawan (Ircisod, 2015)


Posting Komentar untuk "Biografi Viktor E. Frankl: Psikolog Yang Membuat Manusia Menjadi Manusia"